Posted by on Jan 27, 2015 in News | 0 comments

Menag RI dan Menteri Haji Arab Saudi Akan Bahas Penyelenggaraan Haji 2015

Menag RI dan Menteri Haji Arab Saudi Akan Bahas Penyelenggaraan Haji 2015

Jakarta (Sinhat)–Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Musthafa Ibrahim al-Mubarak di ruang kerjanya, di Gedung Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng 3-4, Jakarta Pusat, Rabu (07/01).

Menag mengungkapkan dalam waktu dekat akan bertemu dengan Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi guna membahas pelaksanaan haji tahun 2015. Dalam pertemuan itu ada beberapa nota kesepahaman yang akan dibuat antara pemerintah Republik Indonesia dan Arab Saudi. “Ada beberapa MoU (Memorandum of Understanding) akan kita tanda tangani,” ujarnya.

Guna meningkatkan pelayanan ibadah haji bagi jamaah Indonesia, Menag mengusulkan agar seluruh jamaah gelombang pertama pada musim haji tahun 1436H/2015M dapat mendarat di bandara Amir Muhammad Madinah. “Untuk memberi kemudahan jamaah kami usulkan jamaah haji gelombang pertama langsung ke Madinah, selama ini ada yang di Jeddah,” kata Menag.

Kemudian, lanjut Menag, jamaah haji gelombang kedua yang akan pulang ke tanah air dapat terbang langsung melalui bandara Madinah. “Mudah-mudahan bisa diwujudkan, apalagi bandara Madinah sudah direnovasi,” kata menteri. Pada pertemuan dengan Dubes Arab Saudi, Menag didampingi Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil.

Menag juga berharap peningkatan fasilitas jamaah di Arafah dan Mina tahun ini semakin baik. “Kami meminta peningkatan kualitas di Arafah dan Mina. Penyejuk Udara di Arafah pakai AC, supaya nyaman. Selain itu karpet yang lusuh, tidak layak pakai supaya diganti.”

Fasilitas di Mina, lanjut Menag, agar pemerintah Arab Saudi memberi kemudahan bagi kita mengelola balai pengobatan sendiri. “Masalah kesehatan di Mina memang otoritas Arab Saudi, tidak ada satu pun negara yang punya balai pengobatan. Tapi jamaah kita ratusan ribu keberadaan balai memberi kemudahan jamaah,” jelasnya.

Menag juga mengatakan, pada tahun ini mulai diterapkan pelayanan haji melalui elektronik atau e-hajj. “e-hajj memudahkan kita, pelayanan diurus dengan pendekatan elektronik, barcode dan sebagainya. Ini dapat mengurangi masa tinggal jamaah, juga proses pemeriksaan imigrasi bisa lebih cepat,” jelasnya kembali. (ks/ar)

oleh Affan Rangkuti pada Kam, 08/01/2015

 

Sumber :

haji.kemenag.go.id/

Post a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>