Posted by on Mei 29, 2015 in Articles, Umroh | 0 comments

UMRAH ASRUL AWAKHIR RAMADHAN PT. INTI UMMUL QURO

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah,,

 

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas R.A, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kpd salah seorang wanita anshar: “Mengapa anda tidak ikut haji bersama kami?”

 

“Kami hanya memiliki 2 ekor onta. Onta yg satu dipakai suamiku bersama anakku pergi haji. Sementara yg satu digunakan untuk mengairi kebun.” Jawab wanita itu.

 

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan,

 

فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي ، فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِي

 

Jika datang bulan Ramadhan, lakukanlah umrah. Karena umrah di bulan Ramadhan, senilai haji bersamaku. (HR. Bukhari 1782 dan Muslim 1256).

 

Subhanallah…!

 

Dalam riwayat lain dinyatakan, wanita anshar yg disebutkan dalam hadis di atas bernama Ummu Ma’qil.

 

Ulama berbeda pendapat tentang keutamaan umrah Ramadhan yg disebutkan dalam hadis di atas. Ada 3 pendapat ulama dalam hal ini:

 

Pertama, keutamaan ini hanya berlaku khusus untuk wanita itu, dan tidak berlaku untuk yg lainnya. Diantara ulama yg memilih pendapat ini adalah Said bin Jubair, salah seorang ulama tabi’in, murid Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu. Pendapat beliau dinukil oleh Ibn Hajar dalam Fathul Bari (3/605).

 

Kedua, keutamaan ini hanya berlaku untuk orang yg sudah berniat haji, namun tidak mampu melaksanakannya. Kemudian dia ganti dg umrah di bulan Ramadhan. Sehingga dia mendapatkan pahala haji sempurna bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun dia hanya melakukan umrah, karena adanya niat untuk berangkat haji.

 

Ibnu Rajab dalam Lathaif al-Ma’arif mengatakan,

 

واعلم أن مَن عجز عن عملِ خيرٍ وتأسف عليه وتمنى حصوله كان شريكا لفاعله في الأجر…

 

“Pahami bahwa orang yg tidak mampu melakukan amal shaleh, kemudian dia bersedih dan dia sangat berharap untuk bisa melakukannya maka dia mendapatkan pahala yg sama sebagaimana orang yg melakukannya.”

 

Kemudian Ibnu Rajab menyebutkan beberapa contoh,

 

وفات بعضَ النساءِ الحجُّ مع النبي صلى الله عليه وسلم ، فلما قدم سألته عما يجزئ من تلك الحجة ، قال : ( اعتمري في رمضان ، فإن عمرة في رمضان تعدل حجة أو حجة معي )

 

Sebagian wanita tidak bisa ikut haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beliau pulang, si wanita bertanya amal apa yg bisa menggantikan nilai haji bersama beliau? Beliau menyarakankan: “Lakukanlah umrah di bulan Ramadhan. Karena umrah di bulan Ramadhan, senilai haji bersamaku.” (Lathaif Ma’arif, Hal. 249).

 

Ketiga, keutamaan ini berlaku umum, untuk semua kaum muslimin.

 

Inilah pendapat mayoritas ulama dari berbagai madzhab yg empat, bahwa keutamaan dalam hadis ini tidak hanya berlaku untuk Ummu Ma’qil, namun berlaku untuk seluruh kaum muslimin.

[simak: Hasyiyah Ibn Abidin (2/473), Mawahib al-Jalil (3/29), Al-Majmu’ (7/138), Al-Mughni (3/91), dan Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah (2/144).]

 

Insya Allah, pendapat ketiga inilah yg lebih kuat. Berikut diantara alasannya;

 

Pertama, terdapat banyak sahabat yg meriwayatkan hadis ini, sehingga keutamaan umrah Ramadhan tidak hanya berlaku untuk Ummu Ma’qil.

 

At-Turmudzi mengatakan,

 

وفي الباب عن ابن عباس وجابر وأبي هريرة وأنس ووهب بن خنبش

 

“Tentang hadis ini, terdapat riwayat lain dari Ibn Abbas, Jabir, Abu Hurairah, Anas, dan Wahb bin Khanbasy.” (Jami’ At-Turmudzi/sunan Tumudzi, 3/267).

 

Dan sebagian besar riwayat, tidak menyebutkan kisah wanita tersebut.

 

Kedua, pendapat bahwa ini khusus untuk mereka yg ingin haji namun tidak mampu berangkat, kemudian digantikan dg umrah Ramadhan adalah pendapat yg kurang tepat. Karena orang yg benar-benar ingin melaksanakan haji, kuat niatnya, sudah melakukan banyak usaha, namun dia terhalangi dan itu di luar kehendaknya, maka Allah akan memberinya pahala sebagaimana orang yg mengamalkannya karena semangat untuk berbuat kebaikan yg ada pd dirinya. Dan itu tidak perlu diganti dg amal tertentu. Artinya, orang yg sudah berusaha hendak berhaji, dan dia tidak jadi berangkat karena halangan tertentu, dia tetap mendapatkan pahala haji. Sekalipun dia tidak melakukan umrah.

 

Akan tetapi, jika dia ingin mendapatkan pahala haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia bisa melakukan umrah di bulan Ramadhan. (Fatwa Islam, no. 104926)

 

Wallahu A’lam..

 

21400_300758953402292_1269003221_n

 

umroh puasa 1 (1) 1 001

Post a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>